MAKALAH “BIDANG BIMBINGAN BELAJAR UNTUK GEOGRAFI” Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah Profesi Kependidikan Kode Seksi 59344 Oleh Rahmi Fitri NIM. 1106532 UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2014

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Di dalam pembelajaran Profesi Kependidikan bagi semua calon guru, banyak terdapat materi dan hal – hal yang menjadi bekal bagi semua calon guru dalam menjalankan tugasnya nanti sebagai seorang guru. Adapun salah satu sub materi yang terdapat didalamnya yaitu mengenai bimbingan konseling.

Bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yan terintegrasi dalam keseluruhan proses belajar megajar. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok agar mereka dapat mandiri, melalui bahan, interaksi, nasehat gagasan ,alat  dan asuhan yang di dasarkan atas norma atau nilai-nilai yang berlaku. Sedangkan konseling sebagai suatu usaha memperoleh konsep diripada individu siswa. Bimbingan dan konseling ini diberikan kepada siswa untuk membimbing dan mengembangkan pribadi siswa agar menjadi lebih baik dan membantu pencapaian tujuan pendidikan. Di dalam kegiatan bimbingan konseling terdapat empat bidang yang salah satunya adalah bidang bimbingan belajar.

Dalam kegiatan bidang bimbingan belajar tentunya tidak dapat dilakukan sendiri oleh guru BK yang bertugas dalam bimbingan konseling, di sini perlu ada kerjasama antar guru dalam mengatasi permasalahan siswa terutama dalam bimbingan belajar pelajaran tertentu yang mungkin tidak dipahami juga oleh guru BK. Maka dari itu, pada kesempatan ini penulis mengambil judul bidang bimbingan belajar untuk geografi terkait dengan jurusan yang penulis geluti dan juga tuntutan tugas mata kuliah profesi kependidikan.

 

  1. Rumusan Masalah

Beberapa hal yang dapat dirumuskan yaitu:

  1. Apa saja empat bidang yang terdapat dalam kegiatan bimbingan konseling?
  2. Bagaimana bidang bimbingan belajar tersebut?
  3. Bagaimana bidang bimbingan belajar untuk geografi?
  4. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:

  1. Untuk mengetahui empat bidang yang terdapat dalam kegiatan bimbingan konseling
  2. Mengetahui bidang bimbingan belajar
  3. Mengetahui bidang bimbingan belajar untuk geografi

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Kegiatan Bimbingan Konseling

Menurut Rochman (1986), bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Bimbingan konseling merupakan bidang layanan  kepada peserta didik (student services)  layanan untuk membantu mengoptimalkan pekembangan anak didik. Arah kegiatan Bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik untuk dapat melaksanakan kehidupan sehari-hari secara mandiri dan berkembang secara optimal.

Dalam perkembangannya, sejak adanya keputusan bersama Mendikbud dan BAKN No.43/P/1993 dan No. 45 tahun 1993 tentang petunjuk jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Maka kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah telah ditetapkan adanya empat bidang bimbingan dan konseling. Keempat bidang tersebut adalah:

  1. Bidang bimbingan pribadi

Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

  1. Bidang bimbingan sosial

Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

Bimbingan pribadi sukar sekali terpisah dari bimbingan sosial atau sebaliknya, karena masalah pribadi biasanya tidak terlepas dari masalah sosial.  Dikatakan sebagai bimbingan pribadi, jika penekanan bimbingan lebih pada usaha menangani masalah – masalah pribadi. Sedangkan bimbingan sosial penekanannya lebih pada penanganan masalah – masalah sosial yang dihadapi oleh individu.

  1. Bidang bimbingan belajar

Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.

Pada bidang ini harus diberikan secara kontinuitas selama kegiatan belajar berlangsung, setiap guru pembimbing wajib memantau hasil kegiatan belajar siswa asuhannya, tentu harus kerjasama dengan wali kelas

  1. Bidang bimbingan karir

Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Pada bimbingan bidang ini hendaknya dilakukan dengan obrolan dua arah antara konselor, dalam hal ini guru pembimbing dengan siswa asuhannya seputar masalah cita-cita berikut kendala yang dihadapinya

Adapun bentuk ke-4 bidang kegiatan bimbingan konseling di atas dapat dilihat lebih lanjut pada gambar berikut:

Gambar 1. Program Bimbingan Konseling Pola 17

  1. Bidang Bimbingan Belajar

Sebagaimana telah diuraikan pada poin A adanya empat bidang dalam kegiatan BK, pada kali ini kita akan membahas khusus pada bimbingan belajar. Dan juga telah diuraikan bahwasannya bidang bimbingan belajar ini merupakan bidang layanan bagi peserta didik dalam mengoptimalkan kegiatan belajarnya. Dilihat dari definisinya, secara umum telah dapat diketahui tujuan bimbingan konseling. Namun secara rinci adapun tujuan bimbingan dalam bidang belajar ini yaitu:

  • Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
  • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
  • Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
  • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.
  • Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

 

  1. Bidang Bimbingan Belajar Untuk Geografi

Pada pembahasan ini, penulis akan mengulas mengenai bimbingan belajar terkhusus pada mata pelajaran geografi. Kita tahu bahwasannya tidak mungkin seorang guru bimbingan konseling menguasai seluruh pelajaran yang ada, sehingga jika banyak peserta didik bermasalah dalam mempelajari suatu pelajaran yang juga tidak dikuasai oleh guru bimbingan konseling, maka di sinilah berfungsinya para guru mata pelajaran terutama seorang calon guru geografi.

Umumnya, di sekolah – sekolah banyak peserta didik yang bermasalah dalam belajar, mereka cenderung meninggalkan suatu mata pelajaran yang dianggap tidak mengerti dan berusaha bolos. Terutama hal ini banyak terjadi jika pelajaran geografi dimulai dalam kelas. Untuk itu, dalam meningkatkan pembelajaran dan perkembangan pengetahuan peserta didik, para calon guru geografi harusnya memiliki strategi pembelajaran yang menarik serta diminati oleh peserta didik. Selain strategi juga media dan metode belajar yang digunakan hendaknya menarik dan tidak menjenuhkan peserta didik dalam belajar, apalagi pelajaran geografi materinya banyak dan hamper berisi penjelasan.

Upaya pembelajaran mulai dari strategi, media sampai metode yang dilakukan memang patut untuk dioptimalkan. Namun, di samping itu walaupun upaya tersebut telah dilakukan masih banyak peserta didik yang terkendala dalam belajar. Maka disinilah bimbingan konseling dalam belajar diperlukan. Guru bimbingan konseling dan guru mata pelajaran geografi dapat bekerjasama dalam menangani permasalahan yang dihadapi peserta didik terkait pada masalah belajarnya. Dengan adanya kerjasa guru BK dan guru mata pelajaran itu dapat mencapai usaha pencapaian tujuan pendidikan geografi di sekolah.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
  • Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah telah ditetapkan adanya empat bidang bimbingan dan konseling, yaitu bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir.
  • Bidang bimbingan belajar merupakan bidang layanan bagi peserta didik dalam mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
  • Bidang bimbingan belajar untuk geografi dapat dilakukan dengan adanya kerjasa guru BK dan guru mata pelajaran itu dapat mencapai usaha pencapaian tujuan pendidikan geografi di sekolah.

 

  1. Saran

Dalam usaha meningkatkan layanan bimbingan konseling di sekolah, paling sering ditemukan minimnya upaya bimbingan dari guru untuk peserta didik pada bidang belajar. Padahal bimbingan dalam bidang belajar ini tidak kalah pentingnya dengan bidang bimbingan pribadi yang lebih banyak ditemukan di sekolah – sekolah.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Muhammad, Aini dan Asmidir Ilyar. 2007. Profesi Pendidikan. Padang: TIM MKDK UNP

Modul bimbingan konseling PLPG Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

Organisasi Peburuhan Internasional. 2011. Panduan Pelayanan Bimbingan Konseling. Jakarta : Kantor perburuhan internasional

Dharma, Surya. 2008. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Direktur Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK

By geographunp

Pembangunan Regional

Materi ini sudah cukup lama tersimpan dilaptop saya, jadi tak ada salahnya saya berbagi pengetahuan dengan para geograph semua. Materi ini hasil kumpulan dari pencarian dibeberapa blogger dan situs-situs terkait yang menyajikannya. Jadi, mimin minta maaf kalau ada materi yang sumbernya tidak tercantum. Mari kita ikhlaskan dan semoga menjadi amal jariyah bagi kita.. Aamiiin… (^_^)

PEMBANGUNAN REGIONAL

Pengertian Pembangunan Regional

            Pembangunan regional adalah usaha meningkatkan kualitas kehidupan maupun kualitas lingkungan, sektor dan jangkauannya sangat luas. (Sumaatmaja, 1989: 49) Menurut sumber lain, pembangunan regional ialah strategi pemerintah nasional dalam menjalankan campur tangan pemerintah untuk mempengaruhi jalannnya proses pembangunan di daerah-daerah sebagai bagian dari daerah nasional supaya terjadi perkembangan kearah yang dikehendaki.

http://www.ginandjar.com/public/05MemantapkanLandasan.pdf

Landasan  Pembangunan Regional

Kawasan Indonesia terdiri dari 13.667 pulau. Luas daratan di Indonesia mencapai 1.922.570 Km2, luas perairannya 3.257.483 Km2. Jadi, luas keseluruhannya mencapai 5.180.053 Km2, jika ditambah dengan ZEE maka luas Indonesia mencapai 7.900.000  Km2, secara administrasi Negara Indonesia terbagi menjadi 33 provinsi, menurut kecermatan yang  tinggi dalam melaksanakan strategi pembangunan nasional dan regional. Wilayah yang luas yang terdiri dari lautan juga luas, serta di beberapa bagian daratan dan laut berbatasan langsung dengan Negara tetangga, dalam melaksanakan pembangunan diperlukan koordinasi serta komunikasi yang meyakinkan agar asas adil dan merata benar-benar dapat dilaksanakan. Ditinjau dari aspek kependudukan, sifat demografi Indonesia menunjukan pemerataan yang tidak seimbang. Perbedaan  demografi secara regional baik yang berkenaan dengan unsur fisis maupun unsur non fisis, memberikan dasar yang berbeda dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di kawasan masing-masing.

Landasan-landasan geografi yang perlu diperhatikan sesuai dengan kondisi regional setempat, yaitu lokasi, kondisi demografi, prasarana dan sarana, potensi sumber daya, sosial budaya setempat, kesuburan tanah, hidrologi dan topografi region masing-masing. Memperhatikan lokasinya, apakah perbatasan dengan negara tetangga, di daerah pegunungan, di daerah dataran rendah, daerah pedalaman, di pantai, daerah aliran sungai dan lain-lainnya. lokasi region tersebut, memberikan landasan bagi pembangunan setempat apakah akan daerah pelabuhan, kawasan industri, kawasan pertanian, daerah pariwisata, kota dan perkampungan  pelajar dan mahasiswa, kawasan perdagangan dan lain-lain. Dari faktor lokasi saja sudah cukup banyak alternatif yang dapat diketengahkan.

Landasan kependudukan yang wajib diperhatikan bagi pembangunan juga berkenaan dengan kualitas kehidupannya, tingkat pendidikan, kombinasi berdasarkan umur, penyebarannya dalam ruang, keadaan sosial budaya, dan lain-lain. Bagi kepentingan pembangunan, jika region tersebut penduduknya sangat rengang, berarti perlu mendatangkan penduduk dari wilayah lain, jika kesuburan tanah, dan keadaan hidrologi memadai, bahkan region tersebut dapat dibangun sebagai daerah trasmigrasi. Selain menambah sumber daya manusia  bagi ketenagakerjaan juga dapat dibina integrasi nasional.

Tingkat pendidikan penduduk dan kebutuhan akan pendidikan, memberi landasan tentang perencanaan, pengembangan dan pembangunan pendidikan region yang bersangkutan. aspirasi, jumlah, penyebaran dan tingkat penduduk, menggambarkan lapangan pekerjaan yang bagaimana cocok pada region tersebut agar nantinya ada relevannya.

Aspek potensi sumber daya yang ada di suatu region, terkait dengan kebutuhan pembangunan yang wajib diadakan, memperhatikan jenis sumber daya yang ada di kawasan tadi nantinya mampu menompang pembangunan.

Prasarana dan sarana yang ada di suatu kawasan, berupa jalan, jembatan, jaringan telekomunikasi, kendaraan, pelabuhan, terminal dan lain sebagainya, memberikan landasan terhadap kelancaran dan pelaksanaan pembangunan setempat. Jika prasarana ini belum memadai perencanaan dan penbangunan wajib diarahkan pada pembangunan di sektor ini.

Keadaan iklim, cuaca, khususnya berkenaan dengan curah hujan sebagai sumber daya air yang mempengaruhi hidrologi serta tinggi rendah temperatur, berpengaruh langsung terhadap sektor pertaniaan dalam arti luas (cocok tanam, perkebunan, peternakan, perikanan).

Keadaan morfologi dan topografi wilayah Indonesia dari satu region ke region lainnya yang tidak seragam. Hal ini member landasan perencanaan pengembangan dan pembangunan sektor pertaniaan, prasarana dan sarana (jalan, medan, jembatan telekomunikasi) dan biasanya morfologi dan topografi berpengaruh terhadap sektor pariwisata, karena morfologi dan topografi juga secara alamiah menganugrahkan keindahan alam yang dapat dimanfaatkan.

Hidrologi setempat seperti sungai, danau rawa dan laut, keadaan hidrologi secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan dan pembangunan kepariwisataan, dalam perkembangan kependudukan, ekonomi, pemukiman dan perkotaan dewasa ini di Indonesia keadaan hidrologi cukup menjadi masalah yang wajib ditangani secara terencana. (Sumaatmaja, 1988)

dsc_0169

Sumber gambar: dokumen mimin…

KONSEP WILAYAH (region)

Wilayah didefinisikan sebagai suatu unit geografi yang dibatasi oleh krieria tertentu yang bagian-bagiannya tergantung secara internal. Wilayah dapat dibagi menjadi 4 jenis yaitu:

  1. Wilayah Homogen, adalah wilayah yang dipandang dari satu aspek/criteria yang mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama. Sifat-sifat yang homogen itu misalnya dalam hal ekonomi, contohnya: daerah dengan struktur produksi dan konsumsi yang homogen. Dalam hal geografi contohnya daerah yang memilki topografi dan iklim yang sama.
  2. Wilayah Nodal, adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat dan daerah belakangnya. Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi, barang dan jasa, komunikasi dan transportasinya juga.
  3. Wilayah Administrasi, adalah wilayah yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintah atau politik, seperti: propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW.
  4. Wilayah Perencanaan,  adalah wilayah yang memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi. Wilayah perencanaan dapat dilihat sebagai wilayah yang cukup besar untuk memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam penyebaran penduduk dan kesempatan kerja. Wilayah perencanaan harus memiliki cirri sebagai berikut: (a) cukup besar untuk mengambil keputusan-keputusan investasi berskala ekonomi, (b) mampu mengubah industri sendiri dengan tenaga kerja yang ada, (c) mempunyai struktur ekonomi yang homogen, (d) mempunyai sekurang-kurangnya satu titik pertumbuhan, (e) menggunakan suatu cara pendekatan perencanaan pembangunan (f) masyarakat dalam wilayah itu mempunyai kesadaran bersama terhadap persoalan-persoalannya. (Budiharsono, 2001:14-16)

 

Masalah Pembangunan Region

Tiap region di wilayah Indonesia yang luas ini selain memiliki sumber daya dan kondisi geografi yang berbeda- beda, juga menghadapi masalah yang berbeda dalam pengembangan dan pembangunan regional masing- masing. Oleh karena itu bagi kepentingan pengembangan dan pembangunan regional yang mendukung pembangunan nasional yang meyakinkan, wajib melakukan studi, penelitian dan analisis geografi secara mendalam terlebih dahulu. Studi ini memberikan jaminan terhadap pemanfaatan ruang secara tepat guna yang berdaya guna dalam menciptakan hasil guna yang setinggi-tingginya.

Jumlah dan penyebaran penduduk yang berbeda-beda di tiap region, bukan hanya menjadi masalah bagi region masing-masing, juga menjadi masalah bangsa dan Negara Indonesia. Masalah ini sudah menjadi dasar perencanaan pengembangan dan pembangunan kependudukan di Indonesia. Pembangunan kependudukan yang terungkap dalam kebijakan kependudukan, bukan hanya berkenaan dengan keluarga berencana melainkan juga terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan, ketenaga kerjaan, keahlian dan kepemimpinan.( Tap. MPR RI No. II/MPR/1983. Bab IV)

 

Kebijaksanaan pembangunan regional

            Kebijaksanaan pembangunan regional adalah segala usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan meningkatkan kualitas kehidupan dan kualitas lingkungan dalam region tersebut.

Dalam menerapkan kebijakan regional juga harus menerapkan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kondisi geografi dan sesuai dengan masalah yang dihadapinya. Asas adil dan merata yang diterapkan dalam pembangunan nasional yang diterapkan dalam pembangunan regional, berarti setiap daerah memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan, tetapi pada pelaksanaannya dengan modal dasar dan factor dominan. Dengan demikian pembangunan regional harus disesuaikan dengankondisi pada daerah bersangkutan demi kesejahteraan dan peningkatan kualitas lingkungan.

 

Ada 3 tahapan dalam pembangunan regional, yaitu pra pembangunan, proses pembangunan, dan pasca pembangunan.

 

Pra Pembangunan                   Proses Pembangunan              Pasca Pembangunan

 

Dalam melaksanakan pembangunan dan kebijakan pembangunan regional, pada tahap pra pembangunan kita wajib melakukan penelitian yang dimulai dengan identifikasi modal dasar apa yang dimiliki region yang bersangkutan, faktor dominan apa yang melandasinya dan masalah-masalah apa yang menjadi hambatan yang harus diatasi. Ketiga pokok tersebut wajib ditelaah secara mendalam demi keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Untuk itu perlu melakukan pengumpulan data region yang akan dikembangkan dan dibangun di region yang bersangkutan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk ditarik kesimpulannya. Kesimpulan tersebut menjadi dasar perencanaan bagi pembuat keputusan untuk mengembangkan “ kebijaksanaan pembangunan regional”.

 

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembangunan regional antara lain:

  1. faktor hidrografi, sebagai peninjang secara langsung dalam kehidupan, menjamin pertanian, pembangkit tenaga, dan prasarana serta sarana komunikkasi transportasi.
  2. faktor topografi, dalam hal ini tinggi rendahnya permukaan bumi setempat yang memberi landasan terhadap pembangunan yang akan dikembangkan di region yang bersangkutan.
  3. faktor klimatologi, merupakan factor domiana yang berpengaruh terhadap gerak langkah manusia termasuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan regional dan nasional.
  4. faktor flora dan fauna merupakan sumber daya hayati, contonya tumbuh-timbuhan, hutan, hewan di darat maupundi peraiaran yang menunjang pengembangan dan pembangunan region tersebut.
  5. faktor kemungkinan pengembangan, merupakan faktor yang wajib diperhitungkan bagi masa depan mengingatpertumbuhan dan perkembangan penduduk dengan segala kebutuhannya yang tidak kunjung akan berhenti. Factor ini menunjang stabilitas kehidupan dengan pengembangan dan pembangunannya pada masa yang akan datang.

 

Modal dan faktor diatas, dianalisis dan dirumuskan menjadi aspek-aspek geografi yang dapat diteliti bagi kepentingan perancangan, perencanaan dan pembangunan regional serta nasional. Selanjutnya, tiap aspek tadi diukur tingkat kualitasnya untuk menentukan kebijakasanaan regioanal dalam rangka membuat keputusan tentang model pembangunan yang akan dikembangkan. Untuk kepentingan pengukuran tadi, kita wajib menentukan parameter yang menjadi pedoman penentuan kualitas aspek yang menunjang atau menjadi masalah/penghambat pembangunan.

Kembali kepada identifikasi, pengumpulan data dan analisis aspek-aspek geografi region yang akan dikembangkan, aspek-aspek geografi yang akan diidentifikasi dan dianalisis meliputi:

 

  1. Keadaan lahan dengan kondisi morfooginya
  2. Kemungkinan pengmbangan transportasi-komunikasi
  3. Kemungkinan pengembangan teknologi
  4. Kependudukan (demografi)
  5. Hidrologi
  6. Iklim dan cuaca
  7. Kemungkinan penjagaan dan pelestariaan lingkungan
  8. Lokasi relatif terhadap daerah lain.

Secara umum, aspek-aspek diatas merupakan modal dasar dan faktor dominan bagi pengembangan industri, pemukiman dan daerah perdagangan. Tetapi sektor manakah yang paling sesuai dan pada lokasi mana dari region itu yang paling serasi bagi sektor tersebut untuk dikembangkan, disini perlu pengumpulan data dan analisis lebih lanjut. (Sumaatmaja, 1988)

 

 

Pelaksanaan Pembangunan Regional

Dalam pelaksanaan pembangunan regional, diperlukan perencanaan yang tepat. agar sesuai dengan  tujuan yang dikehendaki. Proses perencanaan pembangunan harus dikaitkan dengan orientasi untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Perencanaan pembangunan yang ideal dilaksanakan memenuhi beberapa dimensi, yaitu :

  1. a) Dimensi Substansi, artinya rencana pembangunan yang disusun dari sisi materinya harus sesuai dengan aspirasi dan tuntutan yang berkembang di masyarakat.
  2. b) Dimensi Proses, artinya proses penyusunan rencana pembangunan yang dilaksanakan memenuhi kriteria scientific (memenuhi kaidah keilmuan atau rational) dan demokrasi dalam pengambilan keputusan,
  3. c) Dimensi Konteks, artinya rencana pembangunan yang telah disusun benar-benar didasari oleh niat untuk mensejahterakan masyarakat dan bukan didasari oleh kepentingan-kepentingan tertentu,

Sumber : http://www.cimbuak.net/content/view/85/5/

Perkembangan kehidupan manusia sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang membawa dampak terhadap pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tekonolgi bagi kehidupan umat manusia pada umumnya. Contohnya ada komputer, handphone, dan lain-lainnya. Hal tersebut membuat kemudahan-kemudahan manusia dalam melaksanakan pekerjaan sesuai bidangnya. (Sumaatmaja, 1988)

Pelaksanaan pembangunan di Indonesia seharusnya berwawasan lingkungan. Artinya, pembangunan dalam suatu sektor kehidupan harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu ada perencanaannya, yang wajib disertai analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan analisis manfaat dan resiko  terhadap lingkungan (AMRIL). Untuk memahami apa dampak itu dapat dilihat pada diagram alir berikut:

 

Kegiatan manusia

 

 

Akibat

 

 

Dampak

 

 

                                    Menimbulkan                                      menimbulkan

 

Kegiatan yang dilakukan manusia sangat bermacam-macam , misalnya dalam usulan dalam kegiatan pembangunan. Umpamanya usualan tersebut adalah pembuatan jalan raya yang memeotong sebuah pinggiran kota. Bila tegak lurus dengan jalan raya itu terdapat puluhan aliaran sungai-sungai (besar maupun kecil), maka suatu sitem drainase yang kurang baik yang dapat menimbulkan dampak banjir, maka dampaknya akan dirasakan oleh penduduk setempat. Hal ini berarti bahwa dalam memanfaatkan lingkungan alam dalam bentuk pembangunan, wajib memperhatikan kelestarian dan kualitas lingkungan agar manfaat serta kegunaanya tetap langgeng.(Soeriatmaja,2000:60)

Penduduk dan kebutuhannya baik secara kuantitatif maupun  kualitatif akan terus meningkat. Hal ini yang mendorong pertumbuhan produksi barang-barang konsumsi dengan perdagangannya. Sehingga volume perdagangannya juga terus meningkat.

By geographunp

El Nino dan La Nina

pola cuaca normal

El Nino dan La Nina, mirip seperti nama orang. Tetapi, sebenarnya El Nino dan La Nina merupakan gejala iklim yang menyimpang dari kondisi normal. Penyimpangan ini merupakan gejala ekstrem osilasi selatan yang penyebabnya masih belum jelas. Gejala El Nino dan La Nina terjadi setiap kurun waktu 2 sampai dengan 10 tahun. Wilayah yang terkena dampak dari El Nino dan La Nina adalah Asia, Australia, Afrika, dan Amerika Selatan.

El Nino

Pola El nino

El Nino adalah terjadinya pemanasan temperatur air laut di pantai barat Peru–Ekuador yang menyebabkan gangguan iklim secara global. El Nino datang mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Peristiwa ini diawali dari memanasnya air laut di perairan Indonesia yang kemudian bergerak ke arah timur menyusuri ekuator menuju pantai barat
Amerika Selatan sekitar wilayah Peru dan Ekuador. Bersamaan dengan kejadian tersebut air laut yang panas dari pantai barat Amerika Tengah, bergerak ke arah selatan sampai pantai barat Peru-Bolivia sehingga terjadilah pertemuan air laut panas dari kedua wilayah tersebut. Massa air panas dalam jumlah besar terkumpul dan menyebabkan udara di daerah itu memuai sehingga proses konveksi ini menimbulkan tekanan udara menurun (minus). Kondisi ini mengakibatkan seluruh angin yang ada di sekitar Pasifik dan Amerika Latin bergerak menuju daerah tekanan rendah tersebut. Angin muson di Indonesia yang datang dari Asia dengan membawa uap air juga membelok ke daerah tekanan rendah di pantai barat Peru – Ekuador. Peristiwa tersebut mengakibatkan angin yang menuju Indonesia hanya membawa uap air yang sedikit sehingga kemarau yang sangat panjang terjadi di Indonesia. Akibat peristiwa tersebut juga dirasakan di Australia dan Afrika Timur. Sementara itu, di Afrika Selatan justru terjadi banjir besar dan menurunnya produksi ikan akibat melemahnya up-welling. Kemarau panjang akibat El Nino biasanya disertai dengan kebakaran rumput dan hutan. Pada tahun 1994 dan 1997, baik
Indonesia maupun Australia mengalami kebakaran akibat peristiwa El Nino.

La Nina

Pola La NIna

Peristiwa La Nina merupakan kebalikan dari El Nino. La Nina berarti bayi perempuan. La Nina berawal dari melemahnya El Nino sehingga air laut yang panas di pantai Peru dan Ekuador bergerak ke arah barat dan suhu air laut di daerah itu berubah ke kondisi semula (dingin) sehingga up-welling muncul kembali sehingga kondisi cuaca kembali normal. La Nina
juga berarti kembalinya kondisi ke keadaan normal setelah terjadinya El Nino. Air laut panas yang menuju arah barat tersebut pada akhirnya sampai di Indonesia yang bertekanan dingin sehingga seluruh angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudra Indonesia bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut menyebabkan hujan lebat dan banjir karena sangat banyaknya uap air yang dibawa. Peristiwa La Nina di Indonesia pada tahun 1955, 1970, 1973, 1975, 1995, dan 1999 terhitung sejak Indonesia merdeka (1945).

SUmber :

Geografi SMA Kelas X-Iwan Gatot Sulistyanto-2009

By geographunp

Senja di Ufuk Barat

cropped-amazing-nature-backgrounds-copy

Matahari kembali keperaduannya, kota yang berdekatan dengan pantai ini pun menyaksikan laut menenggelamkan matahari yang besar itu. Gerimis juga mengiringi senja tuk sampai pada malam. Hiruk Pikuk suara kendaraan sama sekali tak dapat mengalihkan pandanganku pada seorang gadis berusia sekitar 8 tahunan. Ya, gadis kecil itu berdiri di sebuah SPBU dengan kotak bertuliskan “mohon bantuan” ditangannya. Tetesan air hujan tak sedikitpun buat dia menyerah untuk duduk atau beristirahat barang sebentar saja. Matanya yang berbinar menengadah ke atas seakan menyalahkan hujan karena membasahi tubuhnya. Perlahan ia mengusap wajahnya yang basah, sembari berterima kasih kepada pengendara yang menaruh kertas – kertas berharga ke dalam kotak yang dipeluknya. Ya, kertas itu untuk kebutuhan hidup hari ini dan esok.

Jauh aku melihatnya, terbesit pula niat dihati tuk memberi secarik kertas yang dibutuhkan oleh setiap orang kepadanya. tapi, aku tak bisa karena berada dalam bus yang pintunya terbuka otomatis dikendalikan oleh sang sopir. Ah, pikirku.. hanya doa yang ku sampaikan pada Ilahi, agar hidupnya diridhoi dan berada dalam jalan Islam yang damai. Tak kuasa aku menahan tangis, gadis sekecil itu berusaha mengais rezeki seperti itu. aku tak tahu apakah dia homeless atau diperintah seseorang untuk berlaku demikian, Yang terpikir olehku, semoga saja dia selalu di dalam lindungan Allah dan menjalankan hidup sesuai dengan yang diridhoi Allah…

Semoga setiap kita selalu bersyukur dan mencari keridoanNya….

*sebuah kisah pada senja di ufuk barat

By geographunp

Kembali pada ALam…

BNPBData dampak bencana alam pada tahun 2014. Bencana akibat faktor hidrometeorologi paling mematikan. (sumber: http://sains.kompas.com/read/2014/12/30/21140511/Tahun.2014.Bencana.Hidrometeorologi.Paling.Mematikan.)

Pada beberapa bulan terakhir ini, Indonesia mengalami banyak permasalahan hidup. Baik itu dari aspek sosial manusianya maupun dari aspek lingkungan yang ditempatinya. Kali ini admin akan membahas tentang masalah Indonesia ditilik dari aspek lingkungannya dan kemudian akan kita pautkan dengan aspek sosial manusia yang tinggal di dalamnya.

Baru-baru ini kita semua banyak sekali mendengar musibah yang melanda Indonesia, mulai dari longsor di Banjarnegara, banjir yang tidak hanya terjadi di Jakarta namun juga meluas ke wilayah Bandung, jatuhnya pesawat airasia rute surabaya-Singapura, kebakaran di beberapa lokasi wilayah Indonesia serta letusan gunung api. Semua elemen bumi lengkap menyemburkan kemarahannya melalui bencana.

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini berkembang membuat Indonesia kini mulai melakukan pembangunan dalam segala bidang, sehingga kita terlupa akan pentingnya masalah lingkungan hidup. Kita semua tahu bahwasannya Negara ini kaya dengan Sumber Daya Alamnya, dan tidak seharusnya SDA kita dikeruk oleh negara lain. kita yang lahir di tanah ini, dan kita juga yang harus menjaga kelestariannya. Meski pemerintah tidak dapat diharapkan 100%, secara individual kita bisa menjaganya dimulai dari kebiasaan kita yang buruk agar diubah ke yang lebih baik lagi. Seperti buang sampah pada tempatnya, penggunaan kendaraan bermotor kurangi dan alangkah baiknya kita kembali ke alam seperti memakai sepeda, bukankah itu lebih menyehatkan.

ke luar dari hal di atas, Indonesia yang dikenal dengan kekayaan SDAnya ini secara keseluruhan akan menjadi tempat bergantungnya negara-negara di dunia sebagai penghasil oksigen. Namun, saat ini akiba global warming hutan menjadi kering kerontang, belum lagi ulah manusia yang menebang pohon secara liar. Ingat, semua bencana ini lebih banyak terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Memang manusia yang lain merusak, tapi dampaknya ke seluruh umat manusia di bumi. Seperti pepatah yang sering kita dengar, “rusak susu sebelanga hanya gara-gara nila yang setitik”. mari kita renungi kembali pepatah ini dan kita camkan maknanya.

**Bersambung tahun depan, tahun 2015″

By geographunp

Individual Differences in “The Teaching Gap” Oleh : Rahmi Fitri

Be-Different-think-different-29142411-900-600

Sumber gambar: http://dianahere.blogspot.com/2012/08/berbeda-itu-indah-apa-salahnya.html

Pendidikan memang menjadi perhatian besar bagi setiap bangsa-bangsa dalam menginvestasikan sumber daya manusianya di masa depan. Setiap Negara menginginkan yang terbaik bagi cita-cita bangsanya di kemudian hari. Sama halnya dengan Negara kita Indonesia, Indonesia sebagai Negara yang masih diposisikan sebagai Negara berkembang memang wajib memberikan perhatian besar dalam dunia pendidikannya. Kita lihat saja dari Data IPM tahun 2012, Indonesia menempati urutan ke-111 dari 182 negara yang ada dengan urutan ke-110 adalah Palestina Negara yang saat ini sedang dalam konflik (Sumber:Wikipedia). Bayangkan saja bagaimana rendahnya Indeks Pembangunan Manusia Indonesia? Maka dari itu, Indonesia memang harus memberikan sesesuatu yang berarti untuk dunia pendidikan.

Dalam matakuliah Micro-teaching di program studi pendidikan Geografi UNP yang mewajibkan kita memiliki buku “The Teaching Gap”, ini adalah sesuatu yang berarti diberikan oleh bapak Nofrion,S.Pd, M.Pd untuk kita mahasiswa sebagai bahan perhatian dan penelaahan terhadap bagaimana menjadi guru yang baik dan benar. Sebagaimana yang sering diucapkan beliau bahwasannya guru itu adalah seseorang yang harusnya dapat diGUgu dan ditiRU (GURU). Melalui buku ini beliau berusaha membuka mata kita para calon guru masa depan Indonesia untuk memperbaiki pendidikan yang selama ini terasa semrawut terutama dalam pelaksanaannya. Dan upaya beliau ini memang memberikan dampak yang besar bagi saya pribadi terhadap bagaimana seorang guru itu memang menjadi penerang dalam kegelapan dalam artian bukan seperti lilin yang menghancurkan dirinya sendiri (seperti yang beliau katakan disaat perkuliahan minggu lalu) namun memang benar-benar penerang dalam kegelapan. Maka dari itu, ini sedikit tulisan yang saya dapat dari sedikit membaca buku The Teaching Gap hal.94 – 95.

Dalam bab Teaching is a Cultural Activity, saya menemukan poin Individual Differences, walau masih belum membaca halaman sebelumnya namun perhatian saya tertarik dengan dua suku kata ini. Pada halaman ini digambarkan perbedaan pandangan dari guru di Amerika dengan guru di Jepang. Guru di Amerika menganggap bahwa perbedaan individu merupakan sebuah rintangan dalam mengefektifkan pengajaran. Menurut mereka perbedaan tingkat prestasi dan kemampuan siswa membutuhkan instruksi berbeda pula sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga belajar melalui tutor menjadi hal terbaik dalam pembelajaran mereka. Berbeda dengan pandangan guru di Jepang yang sebaliknya menganggap bahwa justru dengan perbedaan individu inilah yang menjadi manfaat dalam proses dan pengefektifan pembelajaran, dimana dari perbedaan individu ini mereka dapat menemukan ide dan solusi yang banyak mencakup diskusi dan pemikiran yang timbul dari siswa dalam mempelajari sesuatu hal. Dan bagi guru Jepang, perbedaan dalam suatu kelompok adalah sangat bermanfaat bagi mereka karena hal tersebut membuat guru dapat merencanakan pembelajaran lebih baik dan lebih lengkap lagi dari sebelumnya. Dan tentu saya sangat setuju dengan penulisnya mengenai ini:

Not all students will be prepared to learn the same things from each lesson, and the different methods that are shared allow each student to learn some things”.

“ tidak semua siswa disiapkan mempelajari hal yang sama dalam setiap pelajaran, dan metode berbeda yang dibagi memberikan setiap siswa tersebut untuk mempelajari beberapa hal”.

Pemikiran saya tentang kalimat ini adalah bahwasannya setiap individu itu hadir dengan takdir yang berbeda, setiap kita tidak disiapkan untuk mempelajari hal yang sama namun dengan adanya saling berbagi, setiap kita bisa mendapatkan beberapa hal yang bahkan lebih dari apa yang harus kita pelajari dalam suatu pelajaran. Melalui perbedaan individu inilah efektifitas mengajar guru dapat diperbaiki dan direncanakan lebih baik lagi agar pelajaran yang dipelajari siswa benar-benar dipelajari bukan diketahui.

Serta terkait dengan LSLC yang diterapkan pak Dion di kelas micro-teaching kita, saya pikir beliau terinspirasi dari pandangan guru Jepang dalam menilai perbedaan individu siswa sebagai manfaat penting dalam efektifitas pengajaran maupun pembelajaran. Dengan perbedaan itulah siswa dapat belajar antar mereka sehingga terjadilah hubungan alami  dimana mereka saling membutuhkan satu sama lain, serta memahami perbedaan mereka dalam pengalamannya mengenai persoalan duniawi (sophistication).

Dari yang saya dapatkan ini, maka timbul suatu pertanyaan dalam diri saya, bagaimanakah dengan guru Indonesia selama ini ?? dimana kita sendiri mengalami dalam kelas maupun yang kita saksikan terhadap perbedaan individu ini???? Dan saya pun menjawab sendiri dari apa yang saya saksikan bahwa selama ini guru Indonesia kebanyakan mengadopsi pandangan guru Amerika yang membedakan pengajaran terhadap kemampuan individu yang berbeda, di mana kita dapat menemukan lokal unggul atau lokal bilingual atau sekolah unggulan sekalipun di setiap wilayah NKRI. Memang efektif untuk siswa yang memiliki kemampuan unggul, namun ini dapat mematikan mental mereka yang dibilang belum termasuk unggul. Lalu apa yang harus guru lakukan terhadap peristiwa ini? Bagaimana guru seharusnya bertindak??

Selanjutnya pertanyaan ini, saya tunggu jawabannya dari calon guru masa depan Indonesia….       q\(^_^)/p

By geographunp

Angka Kematian Ibu.

Orang yang memiliki peran penting dalam proses kelanjutan kehidupan manusia di muka bumi ini adalah seorang ibu. Ibu yang melahirkan generasi – generasi yang akan memegang tongkat estafet masa depan tanah air ini. Intinya, ibu merupakan indikator paling penting dalam pembangunan berkelanjutan bangsa yang besar ini.

Begitu pentingnya peran ibu, hal ini menjadi perhatian besar bagi seluruh negara di dunia untuk menjaga kesehatan para ibu. Seluruh pemerintah di masing – masing negara berusaha keras untuk mengurangi angka kematian ibu. Namun sayang, Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia berdasarkan survey demografi tahun 2012 di WHO, memiliki angka kematian ibu yang cukup tinggi.  Baru – baru ini Indonesia mencatat 369 per 100.000 angka kematian ibu pada tahun 2013 ini. Angka ini bukanlah angka kecil yang mana ini berarti setiap hari ada banyak ibu yang meninggal setelah melahirkan di seluruh kawasan Indonesia. Jelas sekali angka kematian ibu menunjukkan betapa buruknya layanan kesehatan masyarakat yang masih menjadi permasalahan pelik negara ini. Dilansir dari hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) bahwasannya dari tahun 2002 hanya 23% ibu yang memeriksakan kehamilannya pada tenaga kesehatan dan telah meningkat di tahun 2007 sebanyak 66% ibu sudah memeriksakan kehamilannya pada tenaga medis. 

di sini perlu peran pemerintah dalam mengintensifkan kesehatan untuk para ibu di Indonesia agar selalu menjaga kehamilannya. Namun sayang, pada kondisi terakhir banyak moral para ibu terganggu seperti banyaknya yang menggugurkan kandungannya serta juga yang membuang bayinya juga ada yang tega membunuh anaknya sendiri. dalam hal ini, Indonesia juga dihadapkan pada keadaan moral ibu-ibu maupun calon ibu di negara ini. Maka dari itu, tidak hanya kesehatan para ibu yang perlu dikhawatirkan tapi juga moralnya…

 

sekian.. semoga bermanfaat…

By geographunp

Materi tentang Pembangunan Regional

Berdasarkan berita yang saya dapat dari koran Media Indonesia edisi Minggu 10 November 2013 yang berjudul “Targetkan Swasembada Padi Kementan Luncurkan Dua Mesin”. Di dalam berita ini dipaparkan bahwasannya Kementrian Pertanian (kementan) menargetkan produksi padi mencapai surplus 40 juta ton dengan meluncurkan dua mesin yaitu mesin tanam Jarwo Transplanter dan mesin panen Combine Harvester. Mentri pertanian menyebutkan bahwa mesin tanam padi mampu menggantikan 20 tenaga kerja tanam per hektare, sedangkan satu unit mesin panen bias memanen padi seluas 4 – 6 hektare (Ha) per hari. Menteri pertanian Suswono berharap alat ini, dapat diproduksi secara missal dan para pengusaha diharapkan bisa berinvestasi pada proyek tersebut. Berbeda dengan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih yang mengatakan bahwa kedua mesin tersebut memang bisa meningkatkan produksi padi, namun hal tersebut bukanlah yang seharusnya menjadi prioritas. Ketua SPI menyebutkan dilihat dari banyaknya petani gurem di Indonesia, proyek yang diluncurkan mentan bisa saja menimbulkan angka pengangguran yang besar. Maka menurutnya proyek kedua mesin tersebut akan optimal bila disertai dengan pembagian lahan bagi keluarga petani. 

Berkaitan dengan materi kita tentang pembangunan regional yang mana menurut (Sumaatmaja, 1989: 49), Pembangunan regional adalah usaha meningkatkan kualitas kehidupan maupun kualitas lingkungan, sektor dan jangkauannya sangat luas. Berdasarkan pengertian pembangunan regional menurut Sumaatmaja, dapat kita ambil pengertian juga bahwa pembangunan regional itu merupakan upaya pemerintah nasional dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat luas dalam wilayah regionnya.

Menurut saya, sesuai dengan pengertian pembangunan regional itu sendiri apabila kita kaitkan dengan informasi yang saya dapat dari Koran MI, saya lebih setuju kepada pendapat ketua SPI bahwasannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat nasional kita lebih dulu perlu melihat kondisi nyata dari para petani Indonesia yang umumnya memang tidak memiliki lahan garapan sendiri. Jika seandainya kedua mesin yang diluncurkan mentan memang harus diproduksi massal, maka para petani gurem harus diapakan nasibnya?. Demi mencapai pembangunan regional itu sendiri maka akan lebih baik mentan mendahulukan pembagian lahan untuk keluarga petani, terutama petani gurem sehingga apabila hal itu telak dilaksanakan, upaya peluncuran kedua mesin akan optimal sesuai dengan yang disampaikan oleh ketua SPI Henry Saragih.

By geographunp

KULIAH UMUM BERSAMA DIREKTUR GEOTHERMAL KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA DI RUANG SERBA GUNA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG KERJA SAMA JURUSAN GEOGRAFI DAN TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG (Part 1)

Senin, 03 Maret 2014 suasana ramai dan sesak di ruang serba guna FT UNP, hal ini dikarenakan adanya kuliah umum yang diadakan oleh kerja sama Jurusan Geografi dan Teknik Pertambangan FT UNP. 

Sebelum perkuliahan dimulai, peserta kuliah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana khidmat sungguh sangat terasa diruangan yang cukup besar itu. Sesuai dengan permintaan Pak Tisnaldi, beliau sangat senang dan semakin bersemangat ketika perkuliahan ini dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, untuk seterusnya beliau meminta kepada mahasiswa dan dosen yang hadir agar setiap perkumpulan ataupun seminar agar menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menyatukan keberagaman kita warga Indonesia serta membangun semangat NKRI yang mana ada makna besar dibalik Lagu Indonesia Raya tersebut.

By geographunp